Cerita Quinn Cody Terjun di Romaniacs dengan KTM 1090 Adventure R

Umumnya rider yang mengikuti kompetisi Hard Enduro memilih menggunakan motor enduro murni dengan alasan bobot yang sangat ringan. Tidak sedikit pula rider yang lebih memiliki motor enduro 2-stroke ketimbang 4-stroke lantaran motor enduro 2-stroke bobotnya lebih ringan serta punya power dan torsi melimpah. Akan tetapi langkah berbeda dilakukan oleh Quinn Cody, sang juara Baja 1000 sebanyak empat kali sekaligus test rider KTM Research & Development. Dia terjun ke kompetisi Hard Enduro Red Bull Romaniacs 2017 menggunakan moge KTM 1090 Adventure R yang punya bobot 207 kilogram dan power mesin mencapai 125 HP. Coba saja bandingkan dengan motor enduro 250/300 2-stroke yang banyak dipakai di Romaniacs, rata-rata bobotnya cuma 100-104 kg dengan power berkisar 50-56 HP. Tentu bukan perkara mudah buat Quinn Cody membawa motor yang begitu jumbo ke medan off road yang sangat ekstrem seperti Romaniacs. Satu hal yang membuat Quinn Cody sedikit beruntung, dia turun di Iron Class, bukan Gold Class, sehingga tingkat persaingan di sana relatif lebih mudah. Memang apa motivasinya turun ke Romaniacs menggunakan KTM 1090 Adventure R?

Dikutip dari Enduro Illustrated, menurut Quinn Cody mengikuti Romaniacs 2017 menggunakan motor KTM 1090 Adventure R bukanlah idenya, melainkan 100 persen ide Chris Birch. Chris Birch sendiri merupakan mantan rider Hard Enduro yang sekarang sudah pensiun dan beralih peran menjadi brand ambassador KTM Adventure, sehingga tidak mengherankan kalau Chris Birch nekat mengajak Quinn Cody mengikuti kompetisi Hard Enduro dengan motor adventure KTM, baik itu KTM 1090 Adventure R maupun KTM 1290 Super Adventure R. Rencananya Quinn Cody memang bakal berduet dengan Chris Birch di Romaniacs 2017. Tapi malang tak dapat ditolak, Chris Birch mengalami crash saat latihan di Sibiu, Romania, membuat tulang tangan kirinya mengalami retak. Hal itu membuat Chris Birch naik ke meja operasi dan gagal tampil di Romaniacs. Quinn Cody pun akhirnya melenggang sendirian di Romaniacs.

Menurut Quinn Cody, ada sejumlah ubahan yang dilakukan pada KTM 1090 Adventure R sebelum motor itu diajak ke Romaniacs. Tujuannya agar KTM 1090 Adventure R benar-benar bisa secara meyakinkan finish dalam kompetisi yang digelar selama empat hari tersebut. Maklum, Romaniacs adalah kompetisi Hard Enduro yang begitu sulit ditaklukkan. Motor enduro tulen saja kerepotan di sini, apalagi motor adventure dengan mesin lebih dari 1.000 cc?? Modifikasi dilakukan di pusat R&D KTM di Austria. Langkah pertama yang dilakukan yaitu mengurangi bobot KTM 1090 Adventure R agar lebih ringan.

“Pada dasarnya ini adalah motor KTM 1090 Adventure R standar, tapi kami bekerja banyak pada motor untuk memastikan motor ini bisa menyelesaikan event (Romaniacs). Kami mengurangi bobotnya hingga 26 kilogram. Kami melengserkan seluruh peralatan elektronik kecuali yang dibutuhkan untuk menjalankan mesin. Banyak komponen yang kami lepas, termasuk footpegs penumpang dan rak bagasi. Kami juga melakukan banyak hal untuk meningkatkan sistem pendinginan. Kami membuka fairing dan melepas filter udara standar untuk memberikan aliran udara yang lebih banyak ke mesin. Kami juga mengubah komposisi pencampuran bahan bakar dan udara agar lebih kaya dan menyeting kipas radiator agar menyala secara terus-menerus. Sedangkan suspensi semuanya masih dalam kondisi standar dari WP,” kata Quinn Cody.

Walaupun sudah pernah menjadi juara Baja 1000 sebanyak empat kali dan pernah turun di Rally Dakar, tapi rupanya Quinn Cody sempat nervous saat turun di hari pertama Romaniacs. Menurutnya kompetisi hari pertama jauh lebih sulit dari perkiraan, sedangkan kompetisi ini berlangsung selama empat hari. Jika berhasil menyelesaikan race hari pertama, maka peluang menyelesaikan race hari-hari berikutnya jadi lebih mudah.

“Riding dalam waktu lama adalah pekerjaan yang berat, tapi lebih lama lagi ketika aku membutuhkan bantuan. Ada beberapa kemacetan di track ketika aku menolong rider lain, namun sangat sulit meyakinkan siapapun untuk membantuku ketika mereka melihat 1090. Beruntung aku punya chase rider khusus yang setia mengikuti dan membantuku dengan tangannya di spot yang sulit,” ungkapnya.

Quinn Cody menceritakan, Romaniacs adalah kompetisi yang sangat gila, melelahkan, dan mengerikan. Bahkan beberapa kali Quinn Cody merasa seperti akan mati lantaran menghadapi turunan yang super curam atau tanjakan-tanjakan yang sangat terjal. Kampas kopling KTM 1090 Adventure R milik Quinn Cody juga sempat terbakar ketika stuck di sebuah tanjakan yang ramai. Meskipun demikian, Quinn Cody menilai Romaniacs merupakan event yang luar biasa dengan penonton yang sangat ramai.

“Pada hari pertama aku membakar kopling saat stuck di kemacetan. Motor hampir maju ke depan, kopling malah slip begitu buruk. Di sana ada tanjakan yang super tinggi sehingga kami memutuskan menarik motor menggunakan tali dengan panjang 10 feet saat itu. Hari itu benar-benar melelahkan. Aku sama sekali tidak berpikir bisa finish di titik itu. Di sana juga beberapa kali aku merasa seperti akan mati! Turunan-turunan curam seperti tidak ada akhir, sangat curam dan licin sehingga ketika aku menekan tuas rem, motor justru meluncur lebih kencang. Kami telah melewati hari yang panjang, sangat sulit, dan 1090 membawamu keluar dari jalur trail yang sangat teknis,” katanya menambahkan.

“Hari kedua mungkin yang paling menyenangkan buatku di atas big bike, karena banyak jalur trail yang terus mengalir lancar dengan traksi yang sangat bagus dan aku menikmati perjalanan panjang hari itu. Ini adalah event yang luar biasa, sangat teroganisir, dan penontonnya juga sangat baik. Aku telah mengikuti banyak race di berbagai penjuru dunia tapi Romaniacs jadi salah satu yang paling ramah. Aku pikir bisa melesat lebih kencang dengan menggunakan motor enduro reguler. Kita akan lihat apa yang terjadi tahun depan, aku tahu Birch sangat ingin pergi ke kompetisi ini,” tutup Quinn Cody.

Sebenarnya Quinn Cody bukan satu-satunya pembalap yang mengikuti Red Bull Romaniacs 2017 menggunakan big bike adventure. Selain Quinn Cody, rider asal Jerman Gerhard Foster juga mengandalkan big bike Touratech BMW R9X yang merupakan hasil karya Touratech dari bahan BMW R NineT. Sama seperti Quinn Cody, Gerhard Foster pun bisa menyelesaikan empat hari balapan Romaniacs 2017. Masih belum ada info lanjutan apakah Quinn Cody, Chris Birch, dan Gerhard Foster bakal turun ke Romaniacs 2018 dengan big bike atau tidak.

Leave a Reply