Rider KTM Alfredo Gomez Targetkan Juara Red Bull Sea to Sky 2017

Pada 28-30 September 2017 nanti Turki akan menggelar kompetisi Hard Enduro Red Bull Sea to Sky 2017 yang ternyata sudah memasuki edisi kedelapan. Sejumlah rider Hard Enduro papan atas dunia ikut ambil bagian di kompetisi ini, tidak terkecuali Alfredo Gomez (KTM Factory Racing). Apalagi Alfredo Gomez yang menjadi salah satu kandidat terkuat juara Red Bull Sea to Sky 2017 setelah mendapatkan kemenangan di Red Bull Hare Scramble (Erzberg Rodeo) 2017 di Austria.

Dalam wawancara dengan Redbullseatosky.com, Alfredo Gomez mengaku targetnya di Red Bull Sea to Sky 2017 adalah mendapatkan gelar juara. Kenapa? Karena Alfredo Gomez belum pernah mendapatkan kemenangan di Red Bull Sea to Sky. Catatan terbaiknya di kompetisi ini finish di urutan ketiga. Itu terjadi pada tahun kedua dia ikut di Red Bull Sea to Sky. Pada tahun-tahun yang lainnya dia tidak pernah mendapatkan hasil yang bagus lantaran mengalami sejumlah masalah.

“Ini adalah race yang menarik tapi sejauh ini aku belum pernah mendapatkan hasil yang bagus. Pada tahun keduaku (di Red Bull Sea to Sky), aku finish ketiga namun di tahun yang lainnya selalu ada saja yang terjadi. Entah itu aku mengalami crash atau mendapatkan masalah teknis. Sehingga aku menargetkan hasil terbaik (juara) di 2017, ungkap Alfredo Gomez.

Rencananya Red Bull Sea to Sky 2017 digelar selama tiga hari dengan tiga race yang berbeda. Race hari pertama di pantai, race hari kedua di hutan, dan race hari ketiga di gunung. Mengenai hal ini Alfredo sangat suka karena Red Bull Sea to Sky mengombinasikan beragam rintangan yang bakal ditaklukkan oleh para peserta. Namun ketika ditanya, track seperti apa yang paling disukai, Alfredo lebih suka sesi Beach Race dan Mountain Race daripada Forest Race.

“Aku sangat suka. Red Bull Sea to Sky mengombinasikan seluruh rintangan yang ada di olahraga ini. Di sini, di Kemer (Turki), matahari terlihat jelas, ada pantai, hutan, dan gunung yang tinggi. Di Erzberg (Red Bull Hare Scramble) cuma ada gunung, di Red Bull 111 Megawatt lebih banyak pasir dan lumpur. Di kompetisi Hard Enduro kamu harus menguasai banyak hal. Tidak cuma dari sisi teknis. Kamu harus punya skill bagus, daya tahan prima, dan kamu juga harus kencang. Red Bull Sea to Sky perpaduan dari semuanya. Aku sendiri lebih suka Beach Race dan Mountain Race. Kalau diminta memilih salah satu, aku lebih suka Mountain Race,” ungkap Alfredo.

Menurut Alfredo, dia lebih suka dengan Mountain Race, bahkan kalau track-nya lebih sulit pun dia tetap suka, asalkan motor masih tetap bisa dikendarai di sana. Alfredo menceritakan pengalamannya ikut di sejumlah kompetisi Hard Enduro di mana track-nya nyaris mustahil dilewati, motor tidak bisa dikendarai ketika lewat track itu, dan dia lebih sering mendorong motor daripada mengendarainya. Track seperti itu kata Alfredo sangat tidak menyenangkan.

“Oke, ini juga tergantung dari cuaca. Red Bull Sea to Sky tetaplah kompetisi yang sangat berat, tapi kamu dapat mengendarai motor terus. Setiap race memang berat karena ini Hard Enduro. Tetapi kadang mereka (panitia) melangkah sangat jauh dan membuat track yang nyaris tidak mungkin dilewati. Ya, track mestinya memiliki tingkat kesulitan teknis namun tetap memiliki keseimbangan antara technical skill dan endurance,” katanya, sembari menambahkan bahwa dia tidak punya strategi khusus di Red Bull Sea to Sky 2017 karena strateginya cuma satu, yaitu riding dengan fun.

Leave a Reply