Prestasi Bagus, Mario Roman Bingung Kenapa Didepak Husqvarna

Berusia muda, memiliki skill yang sangat bagus, dan berprestasi karena sering mendapatkan podium dalam balapan belum menjadi jaminan seorang rider aman berada di timnya. Itulah yang terjadi pada Mario Roman Serrano, seorang rider Hard Enduro asal Spanyol yang telah didepak oleh Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing dan sekarang bergabung dengan Sherco Factory Racing Team. Memang apa alasan Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing membuang Mario Roman?

Mario Roman merupakan seorang rider yang pernah malang-melintang di sejumlah kompetisi balap off road. Pertama kali dia menekuni kompetisi Trials, kemudian banting stang ke kompetisi World Enduro Championship (EnduroGP), termasuk ketika dia mendapatkan gelar juara Youth Cup 125 cc World Enduro Championship sebanyak dua kali. Sayangnya kiprah Mario Roman di EnduroGP tidak berlangsung lama. Dia lagi-lagi pindah ke disiplin balap yang lain, yaitu Hard Enduro atau biasa pula disebut dengan Extreme Enduro.

Nama Mario Roman di kompetisi Hard Enduro melejit ketika dia bergabung dengan Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing. Di tim itu dia berduet dengan jagoan Hard Enduro asal Inggris, Graham Jarvis. Mario Roman sebenarnya memberikan banyak podium kepada Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing di kompetisi Hard Enduro. Dia juga mendapatkan posisi yang bagus dalam kompetisi Hard Enduro bergengsi Red Bull Romaniacs dan Red Bull Hare Scramble (Erzberg Rodeo) di mana pada dua kompetisi itu dia finish keempat di tahun 2016. Sayangnya, prestasi yang bagus itu tidak membuat Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing menyodorkan kontrak baru. Mario Roman justru didepak pada Oktober 2016 dan digantikan oleh Billy Bolt sebagai rekan duet Graham Jarvis. Mario Roman sempat menganggur selama beberapa waktu sebelum akhirnya berlabuh dengan Sherco Factory Racing Team. Satu hal yang cukup mengejutkan, sampai sekarang Mario Roman masih belum mengerti apa alasan Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing membuangnya. Padahal prestasinya lumayan mentereng.

“Hari ini setahun yang lalu aku tidak memiliki pekerjaan dan tidak ada tempat untuk berlabuh. Pada pertengahan Oktober 2016 aku mendapatkan telepon (dari Husqvarna) yang mengatakan bahwa aku tidak mendapatkan motor untuk tahun depan. Aku tidak tahu apa yang terjadi karena performaku bagus. Aku memberikan banyak podium sepanjang tahun tersebut dan tiba-tiba harus meninggalkan tim karena tidak ada motor,” ungkap Mario Roman, dikutip dari Enduro Illustrated Edisi #25.

“Aku masih belum mengerti kenapa mereka (Husqvarna) mendepakku dari tim. Aku riding sangat bagus dan ditopang dengan publikasi yang bagus pula. Aku mendapatkan posisi keempat di Romaniacs dan keempat di Erzberg. Jika aku diberi kesempatan setahun lagi di atas motor (Husqvarna), aku pikir aku dapat meningkatkan prestasiku,” ujar Mario Roman lebih lanjut.

Menurut Mario Roman, sangat sulit bisa bertahan di kompetisi Hard Enduro karena dalam kompetisi ini hanya ada tiga tim factory, yaitu Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing, Red Bull KTM Factory Racing, dan Sherco Factory Racing Team, dengan total enam kursi yang tersedia bagi rider. Selebihnya adalah rider-rider tim privateer, bukan tim factory. Mario Roman mengatakan, bisa saja dia membalap sebagai tim privateer. Tapi itu sangat sulit karena dia membutuhkan topangan dana yang tidak sedikit, berbagai keperluan logistik, dan di sini cukup sulit mendapatkan dukungan dari sponsor.

“Dengan hanya tiga tim factory dan enam kursi yang tersedia, sulit bertahan di Extreme Enduro. Jika kamu tidak berada dalam salah satu dari tiga tim itu, maka hidupmu akan sangat sulit. Akan sangat luar biasa jika TM Racing, Gas Gas, dan Beta punya tim factory untuk Extreme Enduro. Itu akan membantu lebih banyak rider dan akan mengembangkan olahraga ini lebih lanjut,” kata dia.

“Memang memungkinkan melakukan race sebagai privateer, tapi akan sangat sulit. Kamu butuh banyak dukungan dan kemudian di sana (jika jadi privateer) akan menghabiskan banyak waktu untuk mengendarai mobil van kamu menuju event serta butuh semua pengaturan untuk melakukan perjalanan dan publikasi. Semuanya terlihat sangat suram buatku, aku sempat mempertimbangkan mengubah karirku,” tutur Mario Roman.

Tanpa adanya penawaran dari tim yang berlaga di kompetisi Hard Enduro, Mario Roman lah yang kemudian proaktif mendekati pabrikan lain. Sherco Factory Racing Team adalah yang menjadi target bagi Mario Roman. Kenapa? Karena saat itu Sherco Factory Racing Team baru punya satu orang rider di kompetisi Hard Enduro, yaitu Wade Young. Mario Roman berharap Sherco Factory Racing Team menyediakan satu kursi lagi buat dia. Beruntung sekali Sherco mau menyediakan motor untuk Mario Roman dan bersedia menduetkannya dengan Wade Young yang sudah bergabung lebih awal.

“Dengan tidak adanya tawaran kontrak di mejaku, aku mendekati Sherco dan mereka menyambut baik. Mereka benar-benar terbuka untuk menduetkanku dengan Wade Young dan membuat tim ini semakin kuat. Kami memulai pembicaraan pada akhir Oktober 2016 dan beberapa minggu kemudian aku sudah berada di Perancis (markas Sherco) untuk menandatangani kontrak dan mencoba motor. Semuanya sangat terorganisir sejak awal. Aku bisa mengetes motor SuperEnduro dan motor Extreme Enduro saat itu juga. Sekarang setahun berlalu dan aku sangat gembira. Aku sangat senang dengan keputusan untuk bertanya kepada Sherco karena alternatif lainnya adalah mencoba mengatur semuanya sendiri (sebagai privateer) dan itu sangat sulit,” ujarnya.

Mengenai hubungannya dengan Wade Young, Mario Roman mengaku sebelumnya jarang berkomunikasi dengannya karena mereka tidak berada dalam satu tim. Apalagi di awal-awal bergabung dengan Sherco, Mario Roman jarang bertemu dengan Wade Young. Mario Roman sibuk dengan kompetisi SuperEnduro, sementara Wade Young banyak berlatih untuk Extreme Enduro. Tapi sekarang keduanya sudah sangat akrab.

“Wade sebagai rekan satu timku sangat baik. Pada awal bergabung kami tidak terlalu dekat karena kami tidak punya banyak waktu bersama. Tapi ketika musim balap SuperEnduro berakhir, aku punya banyak waktu berlatih dengan Wade. Aku pikir kami berdua bisa belajar dari diri masing-masing. Dia punya satu set dari sebuah skill dan aku punya yang lainnya, sehingga itu berjalan sangat baik. Akan lebih mudah jika kamu punya hubungan yang bagus dengan rekan setimmu karena itu membuat event lebih menyenangkan. Ketika dia mendapatkan hasil bagus aku ikut senang, begitupula ketika aku melakukan hal bagus, dia juga senang. Memiliki atmosfir yang bagus dalam tim itu sangat penting,” tukas Mario Roman.

Bersama Sherco Factory Racing Team, prestasi Mario Roman tidak kendur sama sekali. Mengandalkan motor enduro 2-stroke Sherco 300 SE-R, Mario Roman masih sering menghiasi podium kompetisi Extreme Enduro. Prestasi terbaru yang dia raih adalah mendapatkan podium kedua Red Bull Sea to Sky 2017 di Turki. Dia hanya kalah dari Graham Jarvis (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing) yang berhasil memenangkan event, serta unggul dari rekan satu timnya Wade Young yang meraih podium ketiga. Selain itu, Mario Roman juga sukses mendapatkan gelar juara Ukupacha Extreme Enduro 2017 di Ekuador.

One comment

Leave a Reply