Empat Rider Red Bull KTM Factory Racing Siap Tempur di Rally Dakar 2018

Kompetisi balap rally paling kejam di dunia, Rally Dakar 2018, bakal berlangsung sekitar 1,5 bulan lagi. Tidak salah lagi, Dakar tahun depan bakal dihelat mulai 6 Januari 2018 dan berakhir pada 20 Januari 2018. Semua tim yang ikut ambil bagian di Rally Dakar 2018 pasti udah sangat sibuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kompetisi tersebut, tidak terkecuali bagi Red Bull KTM Rally Factory Racing.

Goracing.id mendapatkan rilis resmi dari Red Bull KTM Rally Factory Racing yang pada intinya mereka siap menghadapi Rally Dakar 2018. Tim asal Austria ini bakal datang ke Amerika Selatan (lokasi Rally Dakar 2018) dengan mengandalkan empat orang rider. Mereka antara lain Sam Sunderland, Toby Price, Matthias Walkner, dan Antoine Meo. Bagi para penggemar balap rally, nama-nama itu dipastikan sudah tidak asing lagi karena empat rider ini pula yang memperkuat Red Bull KTM Rally Factory Racing di Rally Dakar 2016 dan 2017 lalu.

Berbicara soal kemampuan, jangan pernah meragukan keempat rider Red Bull KTM Rally Factory Racing ini. Sam Sunderland adalah juara Rally Dakar 2017, sedangkan Toby Price merupakan juara Rally Dakar 2016. Toby Price gagal mempertahankan gelar juaranya di tahun 2017 karena dia mengalami crash hingga patah tulang paha. Bagaimana dengan Matthias Walkner? Dia juga rider rally papan atas! Di Rally Dakar 2017, Walkner masuk sebagai runner up, persis di belakang Sam Sunderland. Selain itu, Walkner juga memiliki sejumlah prestasi mentereng di berbagai ajang balap rally dunia. Antoine Meo sendiri sebelumnya juga rider papan atas di ajang balap rally. Namun cidera yang membekapnya sejak Rally Dakar 2016 belum mampu memulihkan Meo pada performa terbaiknya. Mungkin di Rally Dakar 2018 nanti akan menjadi ajang pembuktian bagi Meo kalau dia masih bertaji.

“Aku merasa sangat positif. Aku merasa sangat kencang dan kuat di atas KTM 450 RALLY terbaru, kebugaranku bagus sekarang ini dan aku tidak memilik cidera. Kami telah melakukan pengetesan terakhir pada motor baru dan itu berjalan sangat baik,” ungkap Sam Sunderland dalam rilis yang dikirimkan oleh KTM Factory Racing.

“Setelah menyembuhkan cideraku, aku sekarang sudah merasa lebih kuat. Ini adalah langkah besar ke depan dan aku telah merasa baik untuk menghadapi bulan Januari. Aku telah mendapatkan kesempatan di atas motor baru, ini juga langkah besar dan tim telah melakukan pekerjaan luar biasa. Aku tidak menggeber motor selama delapan atau sembilan bulan. Itu jelas bukan persiapan (yang baik) bagi rider manapun yang ingin memimpin di balap paling besar, tetapi kamu tidak akan pernah lupa bagaimana cara mengendarai motor,” ujar Toby Price.

Selain menerjunkan empat rider yang membawa bendera Red Bull KTM Rally Factory Racing, KTM juga menerjunkan dua rider lainnya dengan bendera berbeda. Rider wanita Laia Sanz bersama dengan rider muda asal Argentina Luciano Benavides akan datang ke Rally Dakar 2018 menggunakan bendera KTM Rally Factory Racing. Lalu, apa bedanya tim Red Bull KTM Rally Factory Racing dengan KTM Rally Factory Racing? Baik Red Bull KTM Rally Factory Racing maupun KTM Rally Factory Racing adalah tim pabrikan yang didukung penuh oleh KTM. Bedanya, Red Bull KTM Rally Factory Racing disponsori oleh Red Bull, sedangkan KTM Rally Factory Racing tidak bmendapatkan dukungan dari Red Bull. So, secara total ada enam rider yang mendapatkan dukungan penuh dari KTM di ajang balap Rally Dakar 2018 mendatang. Keenam rider ini bakal menggunakan motor KTM 450 RALLY model year 2018 atau yang terbaru.

Luciano Benavides merupakan adik kandung dari pembalap rally ternama, Kevin Benavides (Monster Energy Honda Team). Luciano Benavides baru tahun ini direkrut oleh KTM Rally Factory Racing, dan pada Januari 2018 nanti untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang balap Rally Dakar. Sementara itu, Laia Sanz sudah cukup lama bergabung dengan KTM Rally Factory Racing. Prestasinya yang cukup mentereng sebagai pembalap wanita membuat Laia Sanz dipertahankan untuk ikut berkompetisi di Rally Dakar 2018.

Leave a Reply