Walkner: Tidak Ada yang Bisa Memprediksi Apa yang Bakal Terjadi di Dakar

Tidak ada yang memungkiri bahwa Rally Dakar merupakan ajang balap Rally paling sulit, paling kejam, paling melelahkan, dan paling ekstrem di dunia. Hal itu memang sangat logis karena Rally Dakar memiliki track yang sangat ekstrem, sangat panjang, dan dalam durasi yang lama hingga dua minggu. Untuk Rally Dakar 2018 nanti misalnya, para rider akan disuguhi track dengan panjang total lebih dari 10.000 km yang dimulai pada 6 Januari 2018 dan berakhir pada 20 Januari 2018.

Melihat kondisi itu, runner-up Rally Dakar 2017 yang bernaung di tim Red Bull KTM Rally Factory Racing Matthias Walkner mengatakan bahwa tidak ada siapapun yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Rally Dakar. Rider yang dianggap paling hebat dan paling berpeluang juara dengan motor paling kencang sekalipun bisa mengalami kelelahan, crash, dan berujung pada cidera sehingga terlempar dari perebutan gelar juara. Kasus-kasus seperti itu sudah sangat lumrah terjadi di Rally Dakar.

“Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Dakar, tapi tim telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam mempersiapkan motor untuk kompetisi ini dan aku merasa sedang sangat bagus. Aku harap seluruh kerja keras itu akan terbayar dan kami dapat membawa pulang lagi kemenangan untuk KTM,” ungkap Matthias Walkner dalam rilis yang dikirimkan oleh KTM Factory Racing.

Performa Matthias Walkner di ajang balap Rally memang sedang meroket. Pada kompetisi FIM-Cross-Country Rallies World Championship 2017 lalu, dia sempat menggenggam kemenangan di seri terakhir (OiLibya Rally) yang membuat dia bertengger di posisi ketiga klasemen akhir. Matthias Walkner juga merupakan runner-up Rally Dakar 2017 sehingga dia akan berupaya keras untuk mendapatkan gelar juara Rally Dakar 2018 atau minimal menyamai prestasinya di tahun sebelumnya. Apalagi Matthias Walkner akan menggeber motor KTM 450 RALLY terbaru model year 2018 yang punya dimensi lebih ringkas, bobot lebih ringan, power lebih besar, dan handling lebih baik.

“Ini adalah tahun yang panjang dan musim ini aku mengalami performa naik-turun. Untuk menyelesaikan kejuaraan dengan prestasi tinggi dan menggunakan motor yang sangat cocok buatku, itu memberikan peningkatan kepercayaan diri yang sangat besar. Feeling-ku di atas motor baru membuatku bisa menggeber lebih keras dan itu telah membuat level berkendaraku berada lebih tinggi (dari sebelumnya),” ujarnya.

Selain Sam Sunderland (Red Bull KTM Rally Factory Racing), Pablo Quintanilla (Rockstar Energy Husqvarna Rally Factory Racing, dan Kevin Benavides (Monster Energy Honda Team), Matthias Walkner masuk ke dalam salah satu rider yang menjadi favorit juara Rally Dakar 2018. Namun seperti yang dikatakan oleh Matthias Walkner, tidak ada siapapun yang dapat memprediksi Rally Dakar.

Leave a Reply