Graham Jarvis Juarai Seri Perdana British Extreme Enduro 2018

Kompetisi lokal British Extreme Enduro 2018 telah dimulai dengan seri perdana digelar di Thong – West Yorkshire, Inggris, pada Sabtu (13/1/2017) hingga Minggu (14/1/2018). Sejumlah rider Hard Enduro top dunia ikut ambil bagian di British Extreme Enduro 2018, tidak terkecuali rider legendaris asal Inggris Graham Jarvis (Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing).

Seperti diketahui, mulai tahun 2018 ini Graham Jarvis akan menggunakan dua varian motor untuk digunakan di kompetisi Hard Enduro. Pertama adalah motor bermesin 2-stroke yang selama ini menjadi andalan Graham Jarvis dalam beberapa tahun terakhir, Husqvarna TE 300. Model kedua yang menjadi pilihan Graham Jarvis yaitu motor dengan mesin 4-stroke, Husqvarna FE 250. Dua motor ini akan dipakai secara bergantian di semua kompetisi Hard Enduro yang diikuti oleh Graham Jarvis. The King of Hard Enduro bakal memilih motor mana yang cocok dipakai di berbagai event Hard Enduro, apakah itu TE 300 atau FE 250 yang baru tahun ini dia pakai untuk berkompetisi.

Tidak bisa dipungkiri, selama ini motor bermesin 4-stroke dianggap lebih inferior ketika dipakai untuk terjun di kompetisi Hard Enduro lantaran bobotnya yang lebih berat dan powernya lebih rendah dalam kapasitas mesin yang sama. Makanya tidak mengherankan jika hampir semua rider Hard Enduro top dunia tidak ada yang menggunakan motor 4-stroke. Semuanya mengandalkan motor 2-stroke 250/300 cc. Menariknya, pada tahun 2018 ini Graham Jarvis menggebrak dengan menggunakan motor 4-stroke 250 cc di Valleys Xtreme Enduro 2018 belum lama ini. Graham Jarvis pun membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan mesin 4-stroke. Buktinya Graham Jarvis bisa memenangkan Valleys Xtreme Enduro 2018.

Petualangan Graham Jarvis dengan motor 4-stroke berlanjut di seri perdana British Extreme Enduro 2018. Motor andalannya tetap sama, FE 250. Bahkan tidak hanya Graham Jarvis saja yang menggunakan motor 4-stroke. Junior Graham Jarvis di Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing Billy Bolt juga memakai motor bermesin 4-stroke. Bedanya Billy Bolt mengandalkan FE 350 yang kapasitas mesinnya lebih besar.

Walaupun mengikuti lomba menggunakan motor 4-stroke yang selama ini dianggap inferior, namun faktanya Graham Jarvis tetap tampil moncer. Graham Jarvis tetap bisa melahap lintasan yang licin, becek, dan penuh dengan tanjakan berbatu dengan mudah. Memang tidak banyak nama-nama top yang ikut ambil bagian di sini, sehingga bagi Graham Jarvis persaingannya tidak terlalu ketat. Di akhir lomba, Graham Jarvis mampu memenangkan race, disusul oleh Paul Bolton (Eurotek KTM) yang menggunakan motor 2-stroke KTM 300 EXC dan Billy Bolt di podium ketiga. Itu artinya, motor 4-stroke sanggup menguasai podium seri perdana British Extreme Enduro 2018!

“Yeah… 250 cc 4-stroke berjalan dengan baik, terasa bagus,” ungkap Graham Jarvis setelah memetik kemenangan di seri perdana British Extreme Enduro 2018.

Motor Enduro bermesin 2-stroke memang memiliki cukup banyak keunggulan, mulai dari bobot yang sangat enteng sehingga tidak membebani rider ketika berada di jalur off road yang sulit, power sangat besar, dan torsi melimpah. Namun ada kekurangan utama dari motor 2-stroke, yaitu emisi gas buangnya sangat tinggi dan tergolong haus bahan bakar. Bagi pabrikan motor, mesin 4-stroke adalah masa depan yang punya masa hidup lebih panjang. Mungkin itu juga menjadi salah satu alasan Husqvarna menerjunkan motor 4-stroke bagi dua ridernya di kompetisi Hard Enduro untuk membuktikan bahwa motor 4-stroke bisa kompetitif dan menang di kompetisi tersebut.

Leave a Reply