Toby Price: Stage 10 “Salta – Belen” Adalah Hari yang Ingin Aku Lupakan

Toby Price merupakan rider Red Bull KTM Factory Racing yang berhasil menggenggam gelar juara Rally Dakar 2016. Price sekaligus sebagai saksi bahwa mempertahankan gelar juara itu sama sekali tidak mudah. Price mengalami crash hebat pada Rally Dakar 2017 yang membuat dirinya mengalami patah tulang paha kanan. Hampir satu tahun Price menjalani proses penyembuhan hingga akhirnya dia kembali berlaga di Rally Dakar 2018.

Di stage-stage awal Rally Dakar 2018 Price memang masih belum bisa mencapai performa yang maksimal. Hal itu bisa dimaklumi karena nyaris satu tahun Price tidak menggeber motor. Perlahan namun pasti, naluri Price yang buas dalam menggeber KTM 450 RALLY mulai muncul. Bahkan pasca race Stage 7 Price masuk hitungan sebagai “tittle contender” alias kandidat juara. Pasca race Stage 8 peluang itu semakin besar lantaran Price sudah berada di posisi keempat klasemen sementara dengan selisih catatan waktu dengan pemuncak klasemen sudah cukup tipis.

Race Stage 9 terpaksa dibatalkan oleh penyelenggara karena cuaca buruk yang menghadang rute antara Tupiza dan Salta. Malah beberapa area mengalami banjir yang menyebabkan anggota kru tidak bisa masuk memberikan pendampingan kepada para rider. Itu berarti posisi di klasemen tidak berubah, dan Price masih terhitung sebagai salah satu kandidat juara. Rally Dakar 2018 kemudian langsung memasuki Stage 10 dari Salta menuju Belen. Di sinilah peluang Price meraih kembali juara Rally Dakar bisa dikatakan nyaris punah!

Di Stage 10, Price start di barisan depan bersama dengan rekan satu timnya di Red Bull KTM Factory Racing Antoine Meo dan rider Monster Energy Honda Team Kevin Benavides. Ketiga rider ini saling membuntuti satu sama lain, tapi sayangnya mereka berada di jalur yang salah. Awalnya Price, Meo, dan Benavides tersesat sejauh 3 km. Parahnya mereka tidak sadar jika salah jalur dan terus masuk ke jalur yang salah hingga melenceng 10 km. Setelah sadar, mereka bertiga mencari jalur yang benar dengan mengarahkan motor menuju titik start. Saat Price, Meo, dan Benavides sedang kebingungan mencari jalur yang tepat, mereka justru diikuti oleh tiga rider lain, yaitu Stefan Svitko (Slovnaft Rally Team), Joan Barreda (Monster Energy Honda Team), dan Ricky Brabec (Monster Energy Honda Team). Jadilah enam rider ini tersesat berjamaah. Akibatnya memang cukup fatal. Price menyentuh garis finish di posisi ke-19 dengan ketertinggalan mencapai 49 menit 17 detik dari rider terkencang Stage 10, Matthias Walkner (Red Bull KTM Factory Racing).

Posisi Price di klasemen memang tidak turun signifikan, dari posisi keempat menjadi kelima. Akan tetapi, selisih catatan waktu Price dengan pemuncak klasemen (Matthias Walkner) sudah terlalu lebar, mencapai 50 menit 18 detik. Butuh keajaiban yang luar biasa bagi Price untuk membuka kembali peluang dalam meraih gelar juara Rally Dakar 2018. Apalagi balapan hanya tersisa empat stage dalam empat hari ke depan.

“Ini adalah salah satu hari yang ingin aku lupakan. Memang agak keras, tapi inilah jalannya. Aku hanya akan berusaha dan mencoba melihat bagaimana yang terjadi di sisa minggu ke depan. Cuacanya tadi (Stage 10) sangat panas dan aku tidak membawa banyak cairan (air minium), sehingga aku sangat kekeringan dan dehidrasi. Dalam catatan seolah-oleh mengatakan 150 km dan waypoint rio yang kami dapati dimulai pada 150 km. Aku tidak tahu kenapa. Kami pikir kami melakukan dengan benar, tapi ternyata tidak. Kami akan terus berusaha setiap hari dan melihat apa yang akan terjadi. Kamu tidak pernah tahu, tapi ini terlihat tidak terlalu bagus,” ungkap Price.

Setelah race Stage 10, rider yang paling berpeluang menggenggam gelar juara Rally Dakar 2018 adalah Matthias Walkner. Apalagi kandidat juara yang lainnya, Adrien Van Beveren (Yamalube Yamaha Official Rally Team), crash parah di Stage 10 yang menyebabkan dirinya tidak bisa melanjutkan race di empat stage terakhir. Pesaing terdekat Walkner adalah Barreda, Benavides, Gerard Farres (HIMOINSA Racing Team), dan Meo. Kabar baik buat Walkner dan tentu saja KTM, empat rider ini tertinggal cukup jauh, berkisar antara 39-50 menit. Jelas Walkner punya ruang yang lebih banyak di Stage 11-14.

Leave a Reply