Alami Cidera Lutut, Barreda Memutuskan Berhenti dari Rally Dakar 2018

Salah satu rider andalan Monster Energy Honda Team di Rally Dakar 2018, Joan Barreda, memutuskan berhenti dari kompetisi ini. Alasannya cukup logis. Barreda tidak sanggup lagi menahan rasa nyeri di kakinya setelah mengalami crash parah di Stage 7 dari La Paz menuju Uyuni yang notabene masih masuk di wilayah Bolivia.

Dalam keterangan resmi yang dikirimkan oleh Monster Energy Honda Team kepada Goracing.id, disebutkan bahwa pada Stage 7 dengan kondisi jalur berlumpur dan penuh dengan air, Barreda sanggup menggeber motor dengan sangat kencang. Namun di sepertiga akhir balapan Barreda justru terpelanting cukup keras hingga tertimpa motor pada bagian lutut sebelah kiri. Dengan menahan rasa sakit Barreda bangkit dan kembali menggeber motor. Aksi heroik Barreda ini membuahkan hasil. Barreda berhasil memenangkan Stage 7 dan membuat posisinya di klasemen saat itu naik ke urutan ketiga.

Setelah selesai lomba dan sampai di camp Uyuni, Barreda langsung melajukan motornya ke arah tenda tim medis. Dari sebuah video terlihat Barreda kesulitan turun dari motor. Bahkan untuk berjalan menuju ruangan medis pun Barreda harus disangga oleh salah seorang staf medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, lutut Barreda tidak mengalami patah ataupun retak, namun di dalam lutut kirinya itu terdapat cairan.

Meskipun kondisinya tidak fit 100 persen karena menahan sakit di bagian lutut, Barreda tetap nekat mengikuti Stage 8 hingga Stage 11. Barreda masih cukup optimis bisa mendapatkan hasil baik di sisa race Rally Dakar 2018. Akan tetapi, pada Stage 11 ini Barreda sepertinya sudah tidak kuat lagi melanjutkan race. Ketika baru menempuh 50 km pertama di Special Stage, Barreda sudah berhenti sejenak akibat kelelahan dan merasakan sakit pada kakinya. Kemudian saat menempuh 100 km lagi-lagi Barreda berhenti selama beberapa menit. Barreda berusaha melanjutkan race, namun penyelenggara melihat Barreda berjalan melenceng sangat jauh dari jalur lomba. Ternyata Barreda diketahui berada di tengah perkotaan Medanitos yang masih masuk ke wilayah Argentina. Di kota itu Barreda berhenti, turun dari motor, duduk melepas helm, dan sepatu. Di titik ini Barreda sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan memutuskan berhenti dari Rally Dakar 2018. Barreda benar-benar kelelahan dan kesakitan. Apalagi sebelum mengalami crash parah di Stage 7 Barreda juga sempat crash di stage sebelumnya yang mengakibatkan pergelangan tangan kiri mengalami cidera. Barreda tidak ingin mengambil risiko yang lebih besar jika terus melanjutkan Rally Dakar 2018.

“Aku sudah tidak kuat lagi. Sejak aku terjatuh dan mencederai kakiku, aku telah sangat menderita di setiap stage. Lututku tidak stabil dan aku harus mengubah posisi dudukku di atas motor, tapi itu tidak banyak membantu. Hari ini aku mencapai titik di mana aku tidak bisa lagi merasakan kakiku, dan aku pikir keputusan terbaik adalah berhenti agar tidak memperburuk keadaan. Sayang sekali karena aku sebenarnya berada di posisi kedua klasemen sementara, namun aku tidak dalam kondisi yang siap untuk memenangkan race,” ungkap Barreda.

Manajer Monster Energy Honda Team Raul Castells mengaku pihaknya merasa berat kehilangan rider hebat seperti Barreda. Meskipun demikian, Raul angkat topi terhadap segala upaya yang dilakukan oleh Barreda dalam beberapa hari terakhir lantaran terus mengikuti kompetisi di tengah rasa sakit yang melanda kakinya.

“Ini adalah hari yang berat bagi Honda setelah Joan keluar dari kompetisi di Stage 11. Kami juga angkat topi buat dia atas upaya luar biasa yang telah dilakukan dan rasa sakit yang telah dia tahan selama beberapa hari terakhir. Dia telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik lantaran tidak pernah berhenti bertarung untuk memenangkan Dakar kali ini dan dia berada di posisi kedua klasemen sementara saat menyatakan keluar. Di sisi lain, kami memiliki Kevin Benavides yang sekarang berada di posisi kedua klasemen sementara dan catatan waktunya semakin dekat dengan pemuncak klasemen. Kami puas dengan bagaimana dia mengendalikan race sejauh ini,” ungkap Raul Castells.

Sampai saat ini sudah cukup banyak rider-rider unggulan yang tumbang  akibat di Rally Dakar 2018. Selain Barreda ada pula Sam Sunderland (Red Bull KTM Factory Racing), Adrien Van Beveren (Yamalube Yamaha Official Rally Team), Xavier de Soultrait (Yamalube Yamaha Official Rally Team), Adrien Metge (Sherco TVS Rally Factory Team), Stefan Svitko (Slovnaft Rally Team), hingga Luciano Benavides.

Leave a Reply