Van Beveren Alami Patah Tulang Selangka, Patah Tulang Rusuk, & Paru-Paru Memar

Adrien Van Beveren, rider Yamalube Yamaha Official Rally Team, mengalami kecelakan yang sangat parah pada saat menjalani race Stage 10 Rally Dakar 2018 dari Salta menuju Belen, persisnya tanggal 16 Januari 2018. Padahal saat itu Adrien Van Beveren sedang memimpin klasemen sementara, memimpin jalannya race Stage 10, dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjuarai Rally Dakar 2018. Tragis, hanya 3 km menjelang garis finish, Adrien Van Beveren mengalami crash hebat. Lalu bagaimana kondisi Adrien Van Beveren sekarang?

Rider asal Perancis yang sejak beberapa tahun terakhir membela Yamaha ini memang pantang menyerah. Meskipun Adrien Van Beveren mengalami kecelakaan parah yang membuat badannya remuk, namun dia masih berusaha bangun, kembali menaiki motor, dan berusaha melajukan motor Yamaha WR450F Rally miliknya. Sayang usahanya mencapai garis finish itu gagal. Motor baru berjalan beberapa meter Adrien Van Beveren sudah tersungkur lagi di tanah. Lagi-lagi Adrien Van Beveren berusaha bangkit, tapi akhirnya dia memang harus menyerah. Adrien Van Beveren pun harus mengubur mimpinya untuk bisa menjuarai Rally Dakar 2018.

Dalam keterangan resmi yang dikirimkan oleh Yamah Racing kepada Goracing.id, setelah mengalami crash itu Adrien Van Beveren langsung dibawa tim medis menggunakan helikopter menuju rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Regional Dr. Vera Baros yang terletak di La Rioja, Argentina. Berdasarkan pengecekan medis di rumah sakit, Adrien Van Beveren dinyatakan mengalami patah tulang selangka, patah dua buah tulang rusuk, dan memar pada paru-paru. Semua itu merupakan imbas dari kerasnya benturan yang didapatkan oleh Adrien Van Beveren saat crash.

Yamaha Racing mengatakan bahwa dengan izin dari tim medis, rencananya Adrien Van Beveren diterbangkan ke kampung halaman sekaligus markas timnya Yamalube Yamaha Official Rally Team di Perancis pada Rabu (17/1/2018) atau Kamis (18/1/2018) waktu Argentina. Adrien akan menjalani proses rehabilitasi dan perawatan medis lebih lanjut di Perancis, meskipun belum diketahui sampai kapan dia akan berbaring di tempat tidur dan kapan bisa mengendarai motor kembali. Satu hal yang pasti, proses pemulihan yang dijalani oleh Adrien Van Beveren bakal lama.

“Beberapa jam pertama setelah insiden terasa sangat lama, tapi syukurlah kondisi Adrien telah stabil pada selama semalam hingga pagi ini. Dia merasakan cukup banyak kesakitan tapi bisa bernapas dengan normal dan berencana kembali ke Perancis sesegera mungkin. Dia berada di bawah pengawasan sepanjang malam, dengan dokter di La Rioja memastikan berdasarkan diagnosis awal Adrien mengalami patah tulang selangka, patah dua buah tulang rusuk, dan memar pada paru-parunya sebagai akibat dari kecelakaan. Semangat Adrien jauh lebih baik hari ini, tapi dia masih sangat kecewa kehilangan peluang melanjutkan balapan dan pertarungan untuk memperebutkan gelar juara Dakar. Ini merupakan pukulan berat bagi seluruh anggota tim kami, namun kami semua berdiri di belakang Adrien,” ungkap Direktur Yamalube Yamaha Official Rally Team Alexandre Kowalski pada Rabu (17/1/2018) pagi.

Rally Dakar memang sangat mengerikan. Tidak heran kalau Rally Dakar disebut-sebut sebagai ajang balap off road paling ekstrem di dunia. Di jalur speed off road, para rider ini bisa melaju hingga kecepatan 180 km/jam. Jika crash, maka akibatnya bisa sangat fatal. Adrien Van Beveren bukanlah satu-satunya korban keganasan Rally Dakar 2018. Selain Adrien Van Beveren ada Xavier de Soultrait (Yamalube Yamaha Official Rally Team), Franco Caimi (Yamalube Yamaha Official Rally Team), Joan Barreda (Monster Energy Honda Team), Sam Sunderland (Red Bull KTM Factory Racing), Luciano Benavides (KTM Factory Racing), Stefan Svitko (Slovnaft Rally Team), Adrien Metge (Sherco TVS Rally Factory Team), dan masih ada beberapa lagi yang lain. Mereka semua harus pulang lebih awal akibat crash hingga mengalami cidera. Semoga lekas sembuh Adrien dan kawan-kawan!

Leave a Reply