Posisi Runner-Up Jadi Hiburan Bagi Monster Energy Honda Team di Rally Dakar 2018

Honda Racing Corporation (HRC) melalui Monster Energy Honda Team datang Amerika Selatan untuk mengikuti Rally Dakar 2018 dengan mengusung target tinggi, yaitu menjungkalkan dominasi KTM dan meraih gelar juara Rally Dakar. Tapi sayangnya, rencana itu tidak berjalan mulus. Honda hanya bisa meraih posisi runner-up melalui Kevin Benavides.

Kiprah Honda di Rally Dakar 2018 sudah mendapatkan sandungan sejak awal. Salah satu rider andalan Honda yang berasal dari Portugal, Paulo Goncalves, dinyatakan tidak fit setelah mengalami crash di sesi latihan sehingga tidak bisa mengikuti Rally Dakar 2018. Honda pun mengganti Paulo Goncalves dengan rider muda asal Chile, Jose Ignacio Cornejo. Itu berarti Monster Energy Honda Team tetap turun dengan lima orang rider, antara lain Joan Barreda, Kevin Benavides, Ricky Brabec, Michael Metge, dan Jose Ignacio Cornejo.

Sebenarnya Honda mampu memberikan tekanan yang sangat sengit sejak awal berjalannya Rally Dakar 2018. Joan Barreda beberapa kali memenangkan stage dan sempat memimpin klasemen sementara. Kevin Benavides, Ricky Brabec, dan Michael Metge pun tidak kalah moncer. Mereka bertiga sering berada menempati posisi “Top 10” atau malah “Top 5” secara rutin di setiap stage. Namun drama terjadi pada Stage 7. Barreda crash yang menyebabkan dia cidera lutut sebelah kiri. Meskipun dilanda rasa sakit, Barreda mampu menyelesaikan balapan dengan menjadi rider tercepat di Stage 7. Di sisi lain, Michael Metge gagal finish karena mengalami kerusakan pada roda motor. Michael Metge menjadi rider Monster Energy Honda Team pertama yang gugur dari Rally Dakar 2018.

Drama lain yang tidak kalah menarik terjadi pada Stage 10. tiga rider Honda Kevin Benavides, Ricky Brabec, dan Joan Barreda tersesat yang mengakibatkan catatan waktu mereka merosot tajam. Tidak tanggung-tanggung, mereka tertinggal hampir 1 jam dibandingkan dengan rider tercepat di stage tersebut. Pada Stage 11 Joan Barreda yang membalap dalam kondisi cidera lutut memutuskan menyerah. Barreda tidak sanggup lagi menahan rasa sakit saat mengarungi kerasnya Rally Dakar. Stage 13 menjadi mimpi buruk terakhir bagi Honda, di mana saat itu mesin motor Honda CRF450 RALLY milik Ricky Brabec bermasalah hingga mengeluarkan asap dan api. Ricky Brabec menyerah dan tidak melanjutkan Rally Dakar. Total tiga rider Monster Energy Honda Team gagal menyelesaikan Rally Dakar 2018 hingga garis finish di Cordoba, Argentina.

Honda masih beruntung. Di tengah kesialan yang menimpa Michael Metge, Joan Barreda, dan Ricky Brabec, tim merah masih memiliki Kevin Benavides yang tampil sangat konsisten di depan. Bahkan di stage-stage terakhir penampilan Kevin Benavides semakin gemilang, rutin masuk ke posisi “Top 3”, dan pada Stage 14 sukses menjadi rider terkencang di depan pendukungnya sendiri di Argentina. Meskipun menang di stage terakhir, Kevin Benavides gagal juara akibat selisih waktu total terpaut jauh dari Matthias Walkner (Red Bull KTM Factory Racing). Namun Kevin Benavides masih bisa memberikan posisi runner-up kepada Honda. Setidaknya posisi runner-up bisa menjadi hiburan bagi Honda setelah gagal meruntuhkan dominasi KTM.

“Ini adalah Rally Dakar yang hebat. Aku sangat senang dan aku merasa luar biasa. Ini benar-benar keras. Kami bertarung habis-habisan sampai akhir. Kami selalu memiliki strategi yang luar biasa. Kami selalu berada di podium (pada setiap stage) dan kami sempat memimpin lomba. Kemudian hal buruk terjadi di Stage 10 (tersesat), tapi kami harus menatap ke depan. Kami telah mendapatkan posisi runner-up (overall) dan meraih kemenangan di stage terakhir, yang kami tahu kami pasti bisa melakukannya,” ungkap Kevin Benavides.

Lalu bagaimana dengan penampilan rider pengganti, Jose Ignacio Cornejo? Sebagai rider pengganti, rupanya kiprah Jose Ignacio Cornejo bersama Monster Energy Honda Team tergolong apik. Di stage-stage awal Jose Ignacio Cornejo memang masih agak kedodoran. Dia belum bisa mengimbangi ritme rider-rider elite Rally Dakar. Tapi pada setengah stage terakhir performa Jose Ignacio Cornejo terus meroket. Jose Ignacio Cornejo rutin mengisi posisi “Top 10”. Hingga Rally Dakar 2018 selesai, Jose Ignacio Cornejo sanggup bertengger di posisi ke-10. Jose Ignacio Cornejo tergolong sukses dan mampu membayar kepercayaan yang diberikan oleh Honda.

“Kami memulai dengan baik di Peru, mendapatkan kesulitan di Bolivia, dan bisa meraih hasil bagus di Argentina. Kami berangkat dari posisi ketujuh menjadi ke-15 sebelum akhirnya menyelesaikan Rally Dakar di posisi ke-10. Ini merupakan sesuatu hal yang kami impikan dan kami rencanakan selama beberapa tahun belakangan. Akhirnya kami dapat meraih target kami. Aku sangat senang mencapainya dengan Monster Energy Honda Team dan aku juga senang mereka memberikan peluang untuk melakukannya. Ini tidak mudah sama sekali, tapi kami menyelesaikan balap tanpa ada kendala,” ungkap Jose Ignacio Cornejo.

Sementara itu, Manajer Monster Energy Honda Team Raul Castells mengucapkan terima kasih kepada Kevin Benavides dan seluruh anggota tim sehingga Honda bisa meraih posisi runner-up di Rally Dakar 2018. Tidak lupa Raul Castells juga memuji penampilan hebat Jose Ignacio Cornejo yang berhasil finish di posisi ke-10, Joan Barreda nekat berjuang menahan rasa sakit selama beberapa stage, serta Ricky Brabec dan Michael Metge yang telah memberikan pekerjaan bagus.

“Kami telah menyelesaikan Dakar yang sangat keras ini, yang telah menguji siapapun yang mengikutinya, dan Monster Energy Honda Team telah meraih posisi runner-up melalui Kevin Benavides, yang juga memenangkan stage terakhir. Aku ingin mengucapkan selamat kepadanya atas kesuksesan ini dan juga kepada seluruh anggota tim yang membuatnya menjadi mungkin, karena di belakang rider ini ada banyak kelompok profesional yang bekerja dengan sangat keras. Dan tidak hanya Kevin yang meraih hasil sempurna, tapi kita juga harus menyoroti posisi ke-10 yang didapatkan oleh Nacho Cornejo yang benar-benar melaksanakan peran yang dipercayakan kepadanya. Terima kasih juga untuk Joan Barreda yang telah mencoba dengan sangat keras hingga akhir, serta Mika Metge dan Ricky Brabec untuk pekerjaan penting mereka,” tutur Raul Castells.

Leave a Reply